Kebijaksanaan Modal Kerja

Kebijaksanaan Modal Kerja – Kebijaksanaan modal kerja merupakan strategi yang diterapkan oleh perusahaan dalam rangka memenuhi  kebutuhan  modal kerja  dengan berbagai  alternatif  sumber   dana.
Seperti diketahui bahwa sumber dana berjangka panjang atau sumber dana berjangka  pendek.

Kebijaksanaan Modal Kerja

Menurut Sutrisno (2012; 42), kebijaksanaan modal kerja apa yang harus diambil oleh perusahaan ini tergantung dari seberapa besar manajer berani mengambil risiko. Kebijaksanaan modal kerja yang bisa diambil oleh perusahaan adalah  :

1.Kebijaksanaan Konservatif
Rencana pemenuhan kebutuhan dana konservatif merupakan  rencana  pemenuhan dana modal kerja yang lebih banyak menggunakan sumber dana jangka panjang dibandingkan sumber dana jangka pendek. Dikarenakan dalam kebijakan ini modal kerja permanen dan sebagian modal kerja variabel dipenuhi oleh sumber dana jangka panjang. Sedangkan sebagian modal kerja variabel lainnya dipenuhi dengan sumber dana jangka pendek. Kebijaksanaan ini disebut konservatif (hati-hati), karena sumber dana jangka panjang mempunyai jatuh tempo yang lama, sehingga perusahaan memiliki keleluasaan dalam  pelunasan.

2.Kebijaksanaan Moderat
Kebijakan ini didasarkan atas prinsip matching principle yang  menyatakan  bahwa jangka waktu sumber dana sebaiknya disesuaikan dengan lamanya dana tersebut diperlukan. Bila dana yang diperlukan hanya untuk  jangka  pendek  maka sebaiknya didanai dengan sumber dana jangka pendek, demikian pula   jika dana yang diperlukan hanya untuk jangka panjang maka sebaiknya didanai dengan sumber dana jangka panjang.

3.Kebijaksanaan Agresif
Bila pada kebijakan konservatif perusahaan lebih mementingkan faktor  keamanan sehingga margin of safety sangat besar, tetapi tentunya akan mengakibatkan tingkat profitabilitas menjadi rendah. Sebaliknya dengan kebijakan agresif, maka kebutuhan dana jangka panjang akan dipenuhi dengan sumber dana jangka pendek. Pada pendekatan ini perusahaan  berani  menanggung risiko yang cukup besar, sedangkan trade-off yang diharapkan adalah memperoleh profitabilitas yang lebih besar.

Sering Di Baca :  Pengertian KAP, Auditor Eksternal, Audit Fees
Demikian kebijakan modal kerja dalam perusahaan, semoga bermanfaat.

Frenky

Segala sesuatu terjadi karena sebuah alasan. Meski kadang tak mengerti alasannya.

Menarik Lainya...

2 Responses

  1. Dewi Novitasari berkata:

    Makasih info nya. Maaf mau tanya biasa nya kalo untuk perusahaan besar menggunakan pendekatan apa ya? Mohon bantuannya. Terimakasih

    • Frenky berkata:

      Semua kebijakan bisa digunakan tergantung keperluan perusahaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: