Konsep Pendistribusian Laba – Akuntansi Syariah

Pendistribusian Laba – Laba merupakan istilah akuntansi yang sangat populer digunakan baik oleh pembuat laporan keuangan maupun oleh penggunannya. Popularitas istilah laba antara lain disebabkan oleh fungsi laba yang sangat vital bagi perusahaan. Laba berfungsi sebagai standar penilaian kinerja (performance) perusahaan yang selanjutnya akuntansi menjadi dasar pertimbangan kreditor, investor, pemerintah, dan masyarakat umum.

Konsep Pendistribusian Laba

Menurut Sitepu (2005, 38), pendistribusian net income perusahaan dapat dilihat dari konsep-konsep berikut :

  1. Net Income to Stockholders. Pandangan yang paling tradisional dan telah diakui mengenai laba bersih adalah bahwa laba bersih merupakan hasil pengembalian (return) kepada pemilik laba. Pendekatan-pendekatan yang diperoleh perusahaan akan meningkatkan pemilikan dan biaya yang dikeluarkan akan menurunkannya. Jadi laba bersih yang merupakan  kelebihan pendapatan atas biaya, secara langsung akan menambah kekayaan pemilik. Dividen kas merupakan penarikan modal, dan laba yang ditahan merupakan bagian dari total pemilikan. Sebaliknya, kerugian yang dialami perusahaan secara langsung akan mengurangi kekayaan pemilik.
  2. Net Income to Investor. Sesuai dengan entity theory, pemegang saham dan kreditor jangka panjang dianggap sama dengan investor, modal permanen dengan adanya pemisahan antara pemilikan (ownership) dan pengendalian (control) dalam perusahaan-perusahaan besar, maka perbedaan antara pemegang saham dan kreditur tidak lagi sepenting sebelumnya. Perbedaan utama hanya terletak pada prioritas hak dalam pembagian laba dan terhadap aset dalam likuidasi. Dalam entity theory, income bagi investor meliputi bunga atas hutang, dividen bagi pemegang preffered common stock, dan laba yang ditahan. Dalam perhitungan laba bersih bagi investor, pajak penghasilan diperlakukan sebagai beban, karena pemerintah bukanlah penerimaan  manfaat dari perushaan dalam pengertian seperti investor.
  3. Net Income to Residual Shareholders. Dalam perusahaan yang menguntungkan dengan umur yang tidak terbatas, para pemilik modal residu terdiri dari pemegang saham biasa atau investor yang dapat menjadi pemegang saham biasa melalui konvensi atau pengguna hak lainnya. Salah satu dari kelompok investor lainnya yaitu pemegang saham preferen atau pemegang saham obligasi dapat menjadi pemilik ekuitas residu.
Sering Di Baca :  Fungsi Manajemen SDM dan Ruang Lingkup

Oleh kaerna itu, prioritas dalam hak atas laba merupakan hal yang penting bagi semua kelompok. Laba bersih residu menunjukkan jumlah yang tersedia untuk didistribusikan kepada pemegang hal residu.

Baca juga :
Macam – macam pendistribusian laba : 

  1. Distribusi Laba untuk Pemerintah dalam Bentuk Pajak 
  2. Distribusi Laba untuk Zakat 
  3. Distribusi Laba untuk Pemilik Dana 
  4. Distribusi Laba untuk Karyawan

Demikian Pembahasan Konsep Pendistribusian Laba – Akuntansi Syariah. semoga bermanfaat.

Frenky

Segala sesuatu terjadi karena sebuah alasan. Meski kadang tak mengerti alasannya.

Menarik Lainya...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: