Metode Penetapan Harga

Metode Penetapan Harga – Setelah perusahaan menentukan dan menetapkan tujuan yang akan dicapai, maka langkah atau tahapan selanjutnya adalah menentukan metode penetapan harga. Secara umum metode penetapan harga terdiri dari 3 macam pendekatan, yakni ;

Metode Penetapan Harga

1.Penetapan harga berdasarkan biaya
a.Penetapan Harga Biaya Plus
Didalam metode ini, harga jual per unit ditentukan dengan menghitung jumlah seluruh biaya per unit ditambah jumlah tertentu untuk menutupi laba yang dikehendaki pada unit tersebut ( margin )
Rumus : Biaya Total + Margin = Harga Jual
Contohnya : Perusahaan jus dengan biaya total Rp 250.000 dan ingin mendapatkan laba 20% (margin) maka : Rp 250.000 + (20%  x Rp 250.000) =  Rp 300.000 . Maka harga setiap jus dijual dengan harga Rp 3000.

b.Penetapan Harga Mark-Up
Untuk metode Mark-up ini, harga jual per unit ditentukan dengan menghitung harga pokok pembelian per unit ditambah ( mark-up ) jumlah tertentu
Rumus : Harga Beli + Mark-Up = Harga Jual
Contohnya : Jika anda membeli sebuah baju dengan harga Rp 150.000 kemudian anda menginginkan laba Rp 50.000 , maka harga jualnya Rp 200.000.

c.Penetapan Harga BEP ( Break Even Point )
Metode pentapan harga berdasarkan keseimbangan antara jumlah total biaya   keseluruhan dengan jumlah total penerimaan keseluruhan.
Rumus : BEP => Total Biaya = Total Penerimaan
BEP secara matematis dapat dibagi dua yaitu ;

1.BEP atau titik impas dalam unit
Rumusnya :

BEP = biaya tetap : (harga jual per unit – biaya variable rata-rata)

2.BEP atau titik impas dalam satuan rupiah
Rumusnya :

Biaya tetap total : 1- (biaya variable rata-rata : harga jual per unit )

Contohnya :  Misalkan anda menjual berbagai macam buah . biaya tetap yang dikeluarkan senilai Rp 200.000. dan biaya variablenya Rp 1000. Kemudian anda berencana menjual macam-macam buah tersebut dengan harga Rp 2000 per buah. Maka BEP nya sebagai berikut :
a.BEP  (dalam unit ) = 200.000 : (2000 -1000) = 200
b.BEP (dalam satuan rupiah ) = 200.000 : 1- (1000 : 2000) = 400.000
Jadi, anda harus menjual 200 macam buah atau senilai Rp 400.000 agar anda mencapai BEP. Maksudnya anda harus menjual 200 buah atau senilai Rp 400.000 untuk kembali modal. Jika anda menjual 210 buah maka 10 buah tersebut adalah keuntungan anda.

Sering Di Baca :  Fungsi Manajemen SDM dan Ruang Lingkup

2.Penetapan Harga berdasarkan Harga Pesaing/Kompetitor
Penetapan harga dilakukan dengan menggunakan harga kompetitor sebagai referensi, dimana dalam pelaksanaannya lebih cocok untuk produk yang standar dengan kondisi pasar oligopoli. Untuk menarik dan meraih para konsumen dan para pelanggan, perusahaan biasanya menggunakan strategi harga. Penerapan strategi harga jual juga bisa digunakan untuk mensiasati para pesaingnya, misalkan dengan cara menetapkan harga di bawah harga pasar dengan maksud untuk meraih pangsa pasar.

3.Penetapan Harga Berdasarkan Permintaan
Proses penetapan harga yang didasari persepsi konsumen terhadap value/nilai yang diterima (price value), sensitivitas harga dan perceived quality. Untuk mengetahui value dari harga terhadap kualitas, maka analisa Price Sensitivity Meter (PSM) merupakan salah satu bentuk yang dapat digunakan. Pada analisa ini konsumen diminta untuk memberikan pernyataan dimana konsumen merasa harga murah, terlalu murah, terasa mahal dan terlalu mahal dan dikaitkan dengan kualitas yang diterima.

Demikian artikel mengenai Metode Penetapan Harga, semoga bermanfaat.

Frenky

Segala sesuatu terjadi karena sebuah alasan. Meski kadang tak mengerti alasannya.

Menarik Lainya...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: