Pengertian Audit Internal,Fungsi,Tujuanya

Pengertian Audit Internal

Dengan berkembanganya era globalisasi dan makin pesatnya persaingan pasar dewasa ini, menjadikan banyaknya perusahaan yang baru bermunculan, dengan upaya mencari keuntungan dan untuk memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat, maka dari itu setiap perusahaan setiap perusahaan harus berusaha meningkatkan daya saingnya secara berkelanjutan.

Salah satu cara yang ditempuh adalah meningkatkan efisiensi dan efektivitas dari kegiatan usahanya. Untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dari kegiatan usahanya, suatu perusahaan sangat memerlukan adanya internal audit yang efektif atau pemeriksaan yang bersifat independen.

Pengertian Auditing

Pengertian audit internal menurut Hiro Tugiman

Istilah audit internal didalam akuntansi mempunyai arti yang sangat penting, menurut Hiro Tugiman dalam bukunya “Standar Profesional Internal Audit” (2005;11), pengertian audit internal adalah sebagai berikut: “Audit internal atau pemeriksaan intern adalah suatu fungsi penilaian yang independen dalam suatu organisasi untuk menguji dan mengevaluasi kegiatan organisasi yang dilaksanakan.”

Pengertian audit internal menurut Amin Widjaja Tunggal

Pengertian audit internal menurut Amin Widjaja Tunggal dalam bukunya “Internal Auditing” (2005;3), adalah: “Audit internal adalah pekerjaan penilaian yang bebas (Independent) dalam suatu organisasi untuk meninjau kegiatan- kegiatan perusahaan guna memenuhi kebutuhan pimpinan.”

Pengertian audit internal menurut Lawrence B. Sawyer, dkk

Sedangkan menurut Lawrence B. Sawyer, dkk yang dialihbahasakan oleh Desi Adharini dalam bukunya “Audit Internal Sawyer” (2005;10), pengertian audit internal adalah sebagai berikut: “Audit internal adalah sebuah penilaian secara sistematis dan objektif yang dilakukan oleh auditor internal  terhadap  operasi dan control yang berbeda-beda dalam organisasi untuk menentukan apakah (1) informasi keuangan dan operasi telah akurat dan dapat diandalkan; (2) risiko yang dihapi perusahaan telah diidentifikasi dan diminimalisasi; (3) peraturan eksternal serta kebijakan dan prosedur internal yang bisa diterima telah diikuti; (4) kriteria operasi yang memuaskan telah dipenuhi; (5) sumber daya telah digunakan secara efisien dan ekonomis; dan (6) tujuan organisasi telah dicapai secara efektif semua dilakukan dengan tujuan untuk dikonsultasikan dengan manajemen dan membantu anggota organisasi dalam menjalankan tanggung jawabnya secara efektif.”

Kesimpulan  Pengertian audit internal

Dari ketiga pengertian diatas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa audit internal adalah kegiatan penilaian yang tidak terikat (independen) dalam suatu organisasi atau perusahaan dan kegiatan dari audit internal ini adalah menilai pekerjaan, operasi atas program untuk menilai apakah hasil yang dicapai telah sesuai dengan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan, dan apakah pekerjaan, operasi atau program tersebut telah dilaksanakan sesuai dengan rencana dengan tujuan menjalankan tanggung jawabnya secara efektif guna memenuhi kebutuhan pimpinan.

Pimpinan perusahaan akan mengambil langkah-langkah yang positif untuk menyatakan hal yang menyimpang dari laporan keuangan, prosedur, peran-peran serta kebijakan yang telah ditetapkan oleh pimpinan berdasarkan atas laporan yang diberikan dari bagian audit internal.

Sering Di Baca :  Pengertian Profitabilitas Menurut Ahli

Fungsi Audit Internal
Konsorsium organisasi profesi Audit internal dalam bukunya “Standar Organisasi Profesi Audit Internal” (2004;12), mengemukakan fungsi audit internal, yaitu:

“Fungsi audit internal adalah membantu organisasi dalam memelihara pengendalian intern yang efektif dengan cara mengevaluasi kecukupan, efisiensi, dan efektivitas pengendalian tersebut serta mendorong peningkatan pengendalian tersebut serta mendorong peningkatan pengendalian intern secara berkesinambungan.”

Tanggung Jawab Audit Internal
Menurut Mulyadi dalam bukunya “Auditing”(2002;29), mengemukakan tanggung jawab audit internal, yaitu:

“Menelaah dan menilai kewajaran, kesesuaian, efektivitas, dan aplikasi yang tepat dari pengendalian akuntansi, keuangan, dan operasi yang lain. Menentukan sejauh mana kesesuaian dengan pengendalian dan kebijakan, rencana, dan prosedur lain yang ditetapkan. Menentukan sejauh mana aktiva perusahaan dapat dipertanggung jawab dan diamankan dari kehilangan dalam segala bentuk. Menentukan keandalan dari keuangan manajemen yang dikembangkan dalam organisasi. Menerbitkan laporan kepada tingkat manajemen yang tepat yang menyatakan kesimpulan dan rekomendasi.”

Audit internal digunakan untuk memelihara pengendalian intern yang efektif serta mendorong peningkatan pengendalian intern organisasi dalam melaksanakan tanggung jawabnya agar tujuan organisasi dapat tercapai dengan baik dan sesuai yang diharapkan.

Tujuan Audit Internal
Menurut Institute of internal Auditor yang diterjemahkan oleh Hiro Tugiman (2005;11), dalam bukunya “Standar Profesional Audit Internal” tujuan internal audit adalah sebagai berikut:

“Tujuan internal audit atau pemeriksaan intern adalah membantu semua anggota organisasi agar dapat melaksanakan tanggung jawabnya secara efektif. Untuk itu, pemeriksaan internal akan melakukan analisa, penilaian, dan mengajukan saran-saran, tujuan pemeriksaan mencakup pula pengawasan pengembangan yang efektif dengan biaya-biaya yang wajar.”

Ruang Lingkup Audit Internal
Menurut Guy, dkk,. yang dialih bahasakan oleh Paul A. Rajoe dalam bukunya “Auditing” (2004;410), menyatakan bahwa ruang lingkup audit internal adalah sebagai berikut:

  1. Menelaah keandalan (Reliabilitas dan Integritas) informasi keuangan dan operasi serta perangkat yang digunakan untuk mendeteksi, mengukur, mengklasifikasi, dan melaporkan informasi tersebut.
  2. Mereview berbagai sistem yang telah ditetapkan untuk memastikan kesesuaiannya dengan berbagai kebijaksanaan, rencana, prosedur, hokum, dan peraturan yang dapat berakibat penting terhadap kegiatan organisasi, serta harus menentukan apakah organisasi telah mencapai kesesuaian dengan hal-hal tersebut.
  3. Mereview berbagai cara yang digunakan untuk melindungi harta  dan, bila dipandang perlu, memverifikasi keberadaan harta-harta tersebut.
  4. Menilai keekonomisan dan keefisienan penggunaan berbagai sumberdaya.
  5. Mereview berbagai operasi atau program untuk menilai apakah hasilnya akan konsisten dengan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dan apakah kegiatan atau program tersebut dilaksanakan sesuai dengan yang direncanakan.
Sering Di Baca :  Materi Pengertian Sistem Informasi Akuntansi

Ruang lingkup kegiatan audit internal mencakup bidang yang sangat luas dan komplek, meliputi seluruh tingkatan manajemen baik yang sifatnya administratif maupun operasional. Hal tersebut sesuai dengan komitmen bahwa fungsi audit internal adalah membantu manajemen dalam mengawasi jalannya roda organisasi. Namun demikian audit internal bukan bertindak sebagai mata- mata, tetapi merupakan mitra yang siap membantu dalam memecahkan setiap permasalahan yang dihadapi.

Maka dapat disimpulkan bahwa tujuan audit internal adalah memberikan pelayanan kepada organisasi untuk membantu semua anggota organisasi tersebut. bantuan yang diberikan sebagai tujuan akhir semua organisasi dapat melakukan tanggungjawab yang diberikan dan dibebankan kepadanya secara efektif. Audit internal membantu manajemen dalam mencari berbagai kemungkinan yang paling baik dalam penggunaan sumber modal secara efisien dan efektif, termasuk efektifitas pengendalian dalam biaya yang wajar. Semua bantuan audit internal dapat diberikan melalui analisis-analisis, penilaian, saran-saran, bimbingan, dan informasi tentang aktivitas yang diperiksa.

Aktivitas Audit Internal
Aktivitas audit internal yang efektif menurut Amin Widjaja Tunggal dalam bukunya “Internal Auditing” (2005;5), menyatakan bahwa aktivitas audit intern adalah sebagai berikut:

“Organisasi audit internal yang independen dan dibawah pimpinan tertinggi, pendelegasian wewenang secara memadai dari manajemen serta memungkinkan auditor untuk memantau tindak lanjut hasil audit, dukungan yang efektif dan terus menerus dari manajemen, staf yang mampu, yang dapat mengikuti cara berpikir manajemen dan dapat berkomunikasi secara efektif dengan orang lain.”

Perbedaan Audit Internal dan Audit Eksternal
Menurut Sukrisno Agoes dalam bukunya “Auditing: (Pemeriksaan Akuntan) oleh Kantor Akuntan publik”, terdapat perbedaan antara internal audit dengan eksternal audit, yaitu:
 
Perbedaan Audit Internal dan Audit Eksternal :
INTERNAL AUDIT

  1. Dilakukan oleh internal auditor yang merupakan orang dalam perusahaan (pegawai perusahaan)
  2. Pihak luar perusahaan menganggap internal auditor tidak independen (inappeareance)
  3. Tujuan pemeriksaannya adalah untuk membantu manajemen (top management, middle management dan lower management) dalam melaksanakan tanggung jawabnya dengan memberikan analisa, penilaian, saran dan komentar mengenai    kegiatan    yang diperiksanya.
  4. Laporan internal auditor tidak berisi opini mengenai kewajaran laporan keuangan, tetapi berupa temuan pemeriksaan (audit findings) mengenai penyimpangan dan kecurangan yang ditemukan, kelemahan pengendalian intern, beserta saran-saran perbaikannya.
  5. Pelaksanaan pemeriksaan berpedoman pada Internal Audit Standards yang ditentukan oleh Institute of Internal Auditors, atau Norma Pemeriksaan Intern yang ditentukan BPKP atau BPK dan norma pemeriksaan satuan pengawasan intern BUMN/BUMD oleh SPI (Ikatan Akuntan Indonesia belum meyusun Standar Pemeriksaan Interen).
  6. Pemeriksaan intern dilakukan lebih rinci dan memakan waktu sepanjang tahun, karena internal auditor mempunyai waktu yang lebih banyak di perusahaannya.
  7. Pimpinan (penanggung jawab) pemerikasaan intern tidak harus seorang registered accountant.
  8. Internal Auditor mendapatkan  gaji  dan tunjangan social lainnya sebagai pegawai perusahaan.
  9. Sebelum menyerahkan laporannya, internal auditor tidak perlu meminta “Surat Pernyataan Langganan”.
  10. Internal Auditor tertarik pada kesalahan-kesalahan yang material mauoun yang tidak material.
Sering Di Baca :  Pengertian Jurnal Pembalik Yang Benar

EKSTERNAL AUDIT

  1. Dilakukan oleh external auditor (Kantor Akuntan Publik) yang merupakan orang luar perusahaan.
  2. External Auditor adalah pihak yang independen.
  3. Tujuan pemeriksaannya adalah untuk dapat memberikan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan yang telah disusun oleh manajemen perusahaan.
  4. Laporan external auditor berisi opini mengenai kewajaran laporan keuangan, selain itu berupa management letter, yang berisi pemberitahuan kepada manajemen mengenai kelemahan-kelemahan dalam pengendalian intern beserta saran-saran perbaikannya.
  5. Pelaksanaan    pemeriksaan berpedoman pada Satandar Profesional Akuntan Publik yang ditetapkan ikatan Akuntan Indonesia
  6. Pemeriksaan extern dilakukan secara sampling, karena waktu yang terbatas dan akan terlalu tinggi audit fee jika pemriksaan dilakukan secara rinci
  7. Pemeriksaan extern dipimpin oleh (penanggung jaabnya adalah) seorang akuntan public yang terdaftar dan mempunyai nomor register (registered public accountant)
  8. External Auditor mendapat audit fee atas jasa yang diberikannya.
  9. Sebelum menyerahkan laporannya, external auditor terlebih dahulu harus meminta “Surat Pernyataan Langganan” (Client Representation Letter).
  10. External Auditor hanya tertarik pada kesalahan-kesalahan yang material, yang bisa mempengaruhi kewajaran laporan keuangan.

Sumber : Sukrisno Agoes dalam bukunya “Auditing: (Pemeriksaan Akuntan) oleh Kantor Akuntan publik”

Demikian pengertian audit internal,Tujuan internal audit atau pemeriksaan intern, Perbedaan Audit Internal dan Audit Eksternal, fungsi audit internal, ruang lingkup audit internal, definisi audit internal, semoga bermanfaat.

Frenky

Segala sesuatu terjadi karena sebuah alasan. Meski kadang tak mengerti alasannya.

Menarik Lainya...

1 Response

  1. Aidil fitri berkata:

    keren.. makasih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: