Pengertian Traditional Costing Method

Pengertian Traditional Costing Method atau akuntansi biaya tradisional
Semua perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur maupun jasa memerlukan suatu sistem akuntansi biaya yang tepat dan sesuai dengan kondisi perusahaan.
Sistem tersebut dirancang untuk memberikan informasi biaya kepada manajemen yang berguna bagi pembuatan perencanaan, keputusan, dan pengendalian biaya serta perhitungan biaya produksi.
Pengertian Traditional Costing Method menurut Bastian dan Nurlela (2009:23) adalah di mana biaya bahan baku langsung, biaya tenaga kerja langsung, biaya overhead pabrik baik yang bersifat variabel maupun tetap, menjadi biaya produk.
Sistem biaya tradisional mengasumsikan produk-produk dan volume produksi yang terkait merupakan penyebab timbulnya biaya, dengan kata lain sistem biaya tradisional membuat produk individual menjadi fokus dari sistem biaya.
Pengertian Traditional Costing Method

Pengertian Traditional Costing Method

Sistem akuntansi biaya tradisional mengklasifikasikan biaya atas biaya langsung dan biaya tidak langsung, untuk pembebanan biaya menggunakan ukuran volume produksi, jam kerja langsung atau jam mesin.

 

Sedangkan pengalokasian biaya overhead pabrik ke produk, dilakukan sistem  pembebanan dua tahap. Dengan sistem pembebanan biaya yang selama ini dilakukan pada akuntansi biaya tradisional menimbulkan adanya distorsi biaya, ini terlihat pada penggunaan unit related, padahal pada kenyataannya ada aktivitas yang dikendalikan oleh batch related dan products sustaining related.

Penyebab distrorsi lainnya adalah adanya perbedaan rasio konsumsi atau jasa yang diberikan oleh departemen jasa untuk setiap macam produk yang dihasilkan. Akibatnya akan timbul produk-produk yang pengalokasian biaya overheadnya undercosted atau overcosted.

 

Distorsi semacam ini dapat dihilangkan dengan mendesain ulang sistem biaya menggunakan pemicu biaya aktual untuk masing-masing aktivitas, sehingga dapat menentukan biaya dengan tepat ke produk. Inilah logika yang mendasari perubahan pengembangan dari metode tradisional ke metode activity based costing.

Sering Di Baca :  Cara Pengelolaan Usaha Dan Strateginya

Menurut Carter and Usry (2006:109) sistem perhitungan harga pokok dalam  sistem  akuntansi  biaya  tradisional  dibagi  menjadi  dua  yaitu ;
Sistem perhitungan berdasarkan pesanan (job order cost system) dan sistem perhitungan berdasarkan proses (process cost system).

  1. Sistem perhitungan berdasarkan pesanan – Dalam sistem perhitungan biaya berdasarkan pesanan, biaya ditelusuri dan dialokasikan ke pekerjaan dan biaya untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut dibagi dengan jumlah unit yang dihasilkan untuk menghasilkan harga rata-rata per unit. Sistem perhitungan biaya berdasarkan pesanan juga digunakan secara luas dalam perusahaan jasa seperti rumah sakit, kantor konsultan hukum, studio film, kantor akuntan, agen iklan, toko reparasi. Menggunakan sistem pengumpulan biaya dengan perhitungan biaya berdasarkan pesanan untuk keperluan akuntansi dan tagihan.
  2. Sistem perhitungan biaya berdasarkan proses – Sistem perhitungan biaya berdasarkan proses biasanya digunakan untuk industri yang memproduksi produk yang homogen secara terus-menerus seperti batu bata, keping jagung (corn flake), atau kertas.

Persamaan antara perhitungan biaya berdasarkan pesanan dan perhitungan biaya berdasarkan proses menurut Garrison and Noreen (2006:204) adalah sebagai berikut:

  1. Kedua sistem memiliki tujuan utama yang sama, yaitu membebankan biaya bahan baku, tenaga kerja, dan overhead ke produk dan memberikan mekanisme perhitungan biaya per unit.
  2. Kedua sistem menggunakan manufaktur yang sama termasuk overhead pabrik, bahan baku, bahan dalam proses, dan barang jadi.
  3. Aliran biaya melalui akun-akun manufaktur pada dasarnya sama untuk kedua sistem itu.

Perbedaan Antara Perhitungan Biaya Berdasarkan Pesanan dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Proses
Perhitungan    biaya    berdasarkan pesanan    Perhitungan biaya berdasarkan proses

  1. Pekerjaan yang berbeda dikerjakan pada periode yang berbeda, dan memiliki pesanan produksi yang berbeda pula.
  2. Biaya dihitung secara individual untuk masing-masing pekerjaan.
  3. Kartu biaya merupakan dokumen pengendali biaya berdasarkan pekerjaan.
  4. Biaya per unit dihitung  berdasarkan pekerjaan.
  • Seluruh unit produk identik dan diproduksi secara kontinyu.
  • Biaya dihitung per departemen.
  • Laporan departemen produksi merupakan dokumen penting yang menunjukkan akumulasi biaya per departemen.
  • Biaya perunit dihitung perdepartemen.
Sering Di Baca :  Pengertian Kertas Kerja Pemeriksaan

Sumber: Garrison dan Noreen, 2006:205

 

Kesimpulan Pengertian Traditional Costing Method atau akuntansi biaya tradisional :

Berdasarkan beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa ;

Akuntansi biaya tradisional adalah pencatatan, penggolongan, peringkasan, dan  penyajian biaya pembuatan dan penjualan produk atau jasa dengan cara-cara tertentu serta penafsiran-penafsiran terhadapnya atas nilai persediaan yang dilaporkan dalam laporan laba rugi.

Dalam perhitungan sistem tradisional memfokuskan pengendaliannya terhadap biaya dengan manajer yang mempunyai wewenang atas terjadinya biaya yang menyebabkan banyak biaya overhead pabrik yang tidak berhubungan dengan volume produk yang diproduksi. Akibatnya, sistem akuntansi biaya tradisional dapat menghasilkan perhitungan yang terdistorsi.

Sistem akuntansi biaya tradisional merupakan struktur dasar di dalam sistem akuntansi biaya yang menunjukkan kebutuhan untuk menentukan biaya per unit produk pada sebuah laporan eksternal yang  syarat-syaratnya diterapkan oleh perusahaan atau peraturan pajak pemerintah. Semua biaya yang dikonsumsikan oleh produk sangat berhubungan di dalam menentukan laporan keuangan sebagai dasar penetapan pendapatan perusahaan. Penekanan biaya pada masing-masing produk dalam sistem tradisional ini  didasarkan pada ukuran jam tenaga kerja langsung, jam kerja mesin, jumlah unit produk yang diproduksi dan pengukuran yang berhubungan dengan unit produksi.

Sistem perhitungan tradisional memfokuskan pengendaliannya terhadap biaya dengan cara menghubung biaya dengan manajer yang memnpunyai wewenang atas terjadinya biaya. Pada kenyataanya sekarang banyak biaya overhead pabrik yang tidak berhubungan dengan volume produk yang diproduksi akibatnya sistem akuntansi biaya tradisional menghasilkan biaya yang terdistorsi.

Demikian Pengertian Traditional Costing Method atau akuntansi biaya tradisional, semoga bermanfaat.

Frenky

Segala sesuatu terjadi karena sebuah alasan. Meski kadang tak mengerti alasannya.

Menarik Lainya...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: