Tahapan Proses Pencatatan Akuntansi Yang Benar

Proses pencatatan akuntansi terdiri dari beberapa tahapan  – Dalam dunia akuntansi sangat penting diperlukan pemahaman secara benar tentang proses pencatatan dan penjurnalan serta laporan keuangan apalagi untuk seorang akuntan pemula yang skill-nya bisa dibilang pas-pasan.

Meski sudah banyak software (Aplikasi) akuntansi yang bisa menghandle pekerjaan akuntansi terutama dalam proses pencatatan dan penjurnalan sampai pengihtisaran laporan keuangan, akan tetapi masih sangat diperlukan peran penting para pelaku akuntan dalam  mengececk,mereview ulang dan menganalisa data  apakah sudah benar-benar akurat dan informative.

Oleh karena itu diperlukan seorang akuntan yang menguasai pengetahuan dalam hal mencatat dan menjurnal sesuai regulasi akuntasni, karena software(Aplikasi) tidak bisa menganalisa, merekonsil, mengevaluasi, revisi dan koreksi serta mendeteksi apakah sebuah data itu benar adanya (Validasi data) atau tidak.

Sebagai masukan untuk saya hal ini tentang Proses Pencatatan dan Jurnal Akuntansi.

PENGERTIAN AKUNTANSI
Akuntansi adalah pengukuran, penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai informasi yang akan membantu manajer, investor, otoritas pajak dan pembuat keputusan lain untuk membuat alokasi sumber daya keputusan di dalam perusahaan, organisasi, dan lembaga pemerintah. Akuntansi adalah seni dalam mengukur, berkomunikasi dan menginterpretasikan aktivitas keuangan. Secara luas, akuntansi juga dikenal sebagai “bahasa bisnis”

Akuntansi berasal dari kata asing accounting yang artinya bila diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia adalah menghitung atau mempertanggungjawabkan. Akuntansi digunakan di hampir seluruh kegiatan bisnis di seluruh dunia untuk mengambil keputusan sehingga disebut sebagai bahasa bisnis.

Fungsi utama akuntansi adalah sebagai informasi keuangan suatu organisasi. Dari laporan akuntansi kita bisa melihat posisi keuangan sutu organisasi beserta perubahan yang terjadi di dalamnya. Akuntansi dibuat secara kualitatif dengan satuan ukuran uang. Informasi mengenai keuangan sangat dibutuhkan khususnya oleh pihak manajer / manajemen untuk membantu membuat keputusan suatu organisasi.

Akuntansi secara garis besar digolongkan menjadi 2 tipe, yaitu akuntansi keuangan dan akuntansi management.Akuntasi keuangan menghasilkan informasi untuk pihak external, sedangkan akuntansi manajemen untuk pihak Internal (manager dan staff management).

Pihak Yang Menggunakan dan Membutuhkan Informasi :
1.Pihak Internal (Seluruh Pihak Perusahaan atau Management)
2.Pihak External (Investor,owner,Kreditur,pemerintah,Pihak lainnya)

 

PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI.
1.Pengertian Dasar Akuntansi.
Persamaan dasar akuntansi (Accounting Equation) adalah persamaan untuk menggambarkan hubungan antara elemen-elemen (aktiva, kewajiban, dan modal) yang saling mempegaruhi dalam laporan keuangan akibat adanya transaksi.

2.Persamaan akuntansi
Persamaan Akuntansi dapat dibedakan menjadi 2, yaitu persamaan akuntansi dasar dan persamaan akuntansi ekstensi.

Sering Di Baca :  Alokasi Biaya Overhead Pabrik

Rumus Persamaan akuntansi dasar yang secara sederhana dapat dirumuskan sebagai berikut :

Rumus Persamaan akuntansi dasar

Rumus persamaan akuntansi ekstensi ada 2 yaitu : persamaan akuntansi perspektif sejarah dan perspektif IFRS (International Financial Reporting Standards)
1. Persamaan akuntansi perspektif sejarah dapat dirumuskan sebagai berikut :

Persamaan akuntansi perspektif sejarah

2. Persamaan akuntansi ekstensi perspektif IFRS dapat dirumuskan sebagai berikut :

Persamaan akuntansi ekstensi perspektif IFRS

PENGERTIAN SIKLUS AKUNTANSI.

1. Pengertian Siklus Akuntansi.

Pengertian Siklus Akuntansi adalah suatu proses perputaran pengolahan data yang terdiri dari urutan transaksi yang berdasarkan bukti transaksi, sehingga dapat menghasilkan informasi laporan keuangan.
Siklus Akuntansi dapat digambarkan sebagai berikut: 

Siklus Akuntansi

2.Kegiatan-kegiatan dalam Siklus Akuntansi.

  • Pembuatan dan penerimaan bukti traksaksi.
  • Pencatattan dalam jurnal (Buku Harian)
  • Pemindah bukuan (Posting) ke buku besar (pengelompkkan).
  • Pembuatan Neraca saldo.
  • Pembuatan Neraca saldo dan Jurnal penyesuaian.
  • Penyusunan Laporan Keuangan.

 

PROSES PENCATATAN AKUNTANSI

1.Transaksi Keuangan.

Pengertian Transaksi adalah semua aktifitas persetujuan kejadian atau situasi yang mempengaruhi posisi keuangan perusahaan, atau yang mengakibatkan berubahnya jumlah atau komposisi persamaan antara kekayaan dan sumber pembelanjaan.

Transaksi meliputi penjualan, pembelian, pendapatan, dan pengeluaran oleh perseorangan maupun organisasi. Pembukuan biasanya dilakukan oleh seorang ahli pembukuan. Pembukuan berbeda dengan akuntansi. Proses akuntansi biasanya dilakukan oleh seorang akuntan. Akuntan membuat laporan dari transaksi keuangan tercatat yang ditulis oleh ahli pembukuan.

Ketika sedang melakukan transaksi yang bersifat financial bukti-bukti transaksi harus lengkap agar benar-benar diakui kejadian transaksi tersebut.Berikut yang harus diketahui dan dilakukan ketika melakukan transaksi : 

1. Macam-macam Bukti Transaksi
1.Bukti Transaksi Internal adalah transaksi yang melibatkan pihak perusahaan.

  • Memo antar bagian,dibuat oleh pihak perusahaan untuk proses transaksi selanjutnya
  • Memorial Post dibuat oleh peruhaan yang berisi tentang keputusan.

2.Bukti Transaksi Eksternal adalah transaksi yang melibatkan pihak luar perusahaan. Berikut bukti transaksi eksternal :

  • Faktur
  • Kwitansi
  • Nota Kredit
  • Nota Debit
  • Cek
  • Bilyet Giro

2.Analisa Bukti Transaksi.

Analisa harus merujuk pada prinsip

  • Harta (asset)
  • Utang (kewajiban)
  • Modal.
  • Pendapatan.
  • Biaya (cost).

Contoh :
Anda menerima uang gaji bulan September 2013 sebesar Rp 5.000.000,-

Analisis transaksi :
Anda menerima uang, karena telah memberikan jasa sehingga memperoleh penghasilan. Penghasilan dalam transaksi tersebut masuk kedalam unsur pendapatan.
Dalam contoh transaksi diatas, kita bisa nyatakan bahwa harta juga mengalami penambahan berupa uang.

Atas transaksi tersebut kita dapat simpulkan :

  • Aset bertambah dan pendapatan bertambah
  • Apabila aset bertambah maka akan dicatat disebelah DEBET
  • Apabila Pendapatan bertambah maka akan dicatat disebelah KREDIT
Sering Di Baca :  Pengertian Kertas Kerja Pemeriksaan

2. Jurnal.

Pengertian Jurnal adalah catatan permanen pertama (book of original entry) dari berbagai transaksi financial yang tersusun secara sistematis dan kronologis (urutan waktu kejadian) dengan mnyebutkan akun yang di Debet maupun yang di Kredit yang jumlah dan keterangannya ringkas serta jelas.
1.Prinsip Jurnal.
Prinsip jurnal dapat dipahami denga table berikut :
 

Prinsip jurnal

Debet adalah ayat Jurnal yang menghasilkan :

  • Kenaikan Aset.
  • Penurunana Kewajiban.
  • Penurunan kekayaan bersih.

Kredit adalah kebalikan dari Debet.

2. Fungsi Jurnal
Fungsi jurnal adalah :

  • Fungsi pencatatan , artinya semua transaksi yang terjadi berdasarkan bukti dokumen yang ada harus dicatat seluruhnya.
  • Fungsi historis artinya transaksi dicatat berurutan sesuai dengan tanggal atau waktu terjadinya transaksi.
  • Fungsi analisis artinya untuk menentukan akun mana yang harus di Debet dan di Kredit sesuai jumlah masing-masing.setiap transaksi yang dicatat dalam jurnal harus merupakan analisis dari bukti bukti transaksi
  • Fungsi instruktif artinya pencatatan dalam jurnal merupakan instruksi atau perintah untuk melakukan posting debet/kredit ke dalam buku besar sesuai hasil analisis dalam jurnal.
  • Fungsi informatif artinya jurnal dapat memberikan informasi transaksi yang terjadi secara jelas.

3. Jenis Jurnal
Setiap entitas memiliki cara sendiri untuk mencatat setiap transaksi yang sedang berjalan,tetapi secara umum jurnal dibagi menjadi 2 yaitu:
1.Jurnal Umum adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat seluruh transaksi sesuai kronologisnya secara terperinci.

2.Jurnal Khusus (Special Journal) dipergunakan untuk mencatat transaksi-transaksi secara spesifik berdasarkan jenis, sesuai kebutuhan perusahaan. Jenis jurnal khusus yang sering dipergunakan ada 4 yaitu:

  • Jurnal Pembelian (Purchases Journal) adalah Jumal yang digunakan untuk mencatat transaksi pembelian barang yang dilakukan secara kredit.
  • Jurnal penjualan (Sales Journal) adalah Jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi penjualan barang dagangan yang dilakukan secara kredit.
  • Jurnal penerimaan kas (Cash Receives Journal) adalah Jurnal yang digunakan untuk mencatat semua transaksi penerimaan kas.
  • Jurnal pengeluaran kas (Cash Payments Journal) adalah Jurnal yang dgunakan untuk mencatat semua transaksi pengeluaran kas. 

 

4. Langkah-langkah Membuat Jurnal.

Langkah langkah menyusun jurnal atau mebuat jurnal, berikut langkah langkahnya :

  • Catatlah tanggal terjadinya transaksi pada kolom tanggal, sesuai tanggal yang tercantum pada bukti transaksi
  • Isilah kolom bukti dengan nomor bukti transaksi
  • Pada kolom akun/keterangan, tuliskan akun-akun yang mengalami perubahan akibat transaksi
  • Isilah kolom debet/kredit sesuai dengan jumlah uang yang terlibat dalam transaksi
  • Di dalam mengerjakan buku jurnal apabila sudah habis halaman pertama,maka dilanjutkan ke halaman berikutnya dengan memakai kata penjelasan “pindahan”.
Sering Di Baca :  Pengertian Neraca dan Contohnya Update

3.Buku Besar

Pengertian buku besar adalah kumpulan akun-akun yang digunakan untuk meringkas transaksi yang telah dicatat dalam jurnal. Buku besar juga dapat diartikan sebagai tahapan catatan terakhir dalam akuntansi yang menampung ringkasan data yang sudah dikelompokan atau diklasifikasikan yang berasal dari jurnal.

Bentuk – Bentuk Buku Besar :
1. Buku Besar Bentuk Scontro
Pengertian buku besar bentuk Scontro adalah bentuk buku besar sebelah-menyebelah atau disebut 2 kolom. Contoh bentuk buku besar 2 kolom adalah sebagai berikut :

Buku Besar Bentuk Scontro

2. Buku Besar Bentuk Staffel
Pengertian atau definisi buku besar bentuk Staffel adalah buku besar berbentuk halaman atau disebut juga buku besar 4 kolom. Bentuk ini terdiri dari sisa debet dan sisa kredit. Adapun bentuk Staffel, perhatikan gambar berikut ini.

Buku Besar Bentuk Staffel

Cara Melakukan Posting dari Jurnal ke Buku Besar
Adapun langkah-langkahnya melakukan posting dari jurnal ke buku besar. sebagai berikut :

  1. Pindahkan tanggal kejadian yang ada dalam jurnal ke lajur perkiraan yang bersangkutan yang ada pada buku besar
  2. Pindahkan jumlah debet atau kredit yang ada dalam jurnal ke lajur debet atau kredit perkiraan buku besar
  3. Catat nomor kode akun ke dalam kolom referensi jurnal sebagai tanda jumlah jurnal telah dipindahkan ke buku besar
  4. Catat nomor halaman jurnal ke dalam kolom referensi buku besar setiap pemindah-bukuan.


KESIMPULAN

Pengertian akuntansi ( accounting)
Akuntansi (Accounting) adalah suatau proses mencatat, mengklasifikasi, meringkas, mengolah, dan menyajikan data, transaksi financial yang informative dan relevan sehingga dapat digunakan oleh orang yang menggunakannya (khususnya perusahaan) untuk pengambilan suatu keputusan serta tujuan lainnya.

Tahapan – tahapan proses pencatatan akuntansi
Proses pencatatan akuntansi terdiri dari beberapa tahapan, mulai dari mengetahui macam-macam bukti transaksi dan menganalisanya supaya mudah  dalam mengelompokannya ke dalam akun debet atau kredit. Lalu melalui transaksi keuangan itu segala macam bukti transaksi dicatat ke dalam jurnal dan setelah itu mempostingnya ke dalam buku besar.

Demikian pembahasan tentang Proses Pencatatan dan Jurnal Akuntansi Yang Benar. Bagaimana menurut anda ?

Frenky

Segala sesuatu terjadi karena sebuah alasan. Meski kadang tak mengerti alasannya.

Menarik Lainya...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: